Tampilkan postingan dengan label tips sukses dunia kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips sukses dunia kerja. Tampilkan semua postingan

12.06.2011

6 Manfaat Catatan

Orang-orang sudah membuat catatan dari sejak dulu kala. Bangsa Sumeria di Mesopotamia yang memulai peradaban pertama, dan menciptakan tulisan sekitar tahun 1500 S.M, membuat catatan antara lain tentang alat-alat rumah tangga mereka, binatang-binatang, raja-raja, dan dewa-dewa. Mereka menuliskan ini pada lempengan dari tanah liat dan memanggangnya hingga mengeras dalam tungku, itulah sebabnya lempengan ini masih ada di zaman sekarang untuk bisa diterjemaahkan dan dipelajari oleh para ilmuwan.

Saat kamu menuliskan sebuah catatan pada selembar kertas dan memasukkan pada saku celanamu, maka kamu telah menjadi bagian sejarah tradisi manusia yang telah ada sejak zaman prasejarah. Sesuatu yang menarik untuk dipikirkan, saat kamu memang tidak memiliki hal lain untuk dilakukan.

Semua orang menyenangi catatan, dan tanpa kita sadari kita menggunakan catata dalam kehidupan sehari-hari, yang bisa disebut sebagai kamus.

1.17.2011

Cara Memasang Dasi sendiri

Memasang dasi? Untuk saya seh bisa dihitung kapan saya pake dasi. Waktu SMK ketika PKL (Praktek Kerja Lapangan), waktu kuliah khususnya ketika KKN (Kuliah Kerja Nyata) dan sidang. Sekarang udah lama tuh gak pernah ngelakuin. Kalau di suruh mungkin gak bisa. Untuk rekan-rekan, ini ada artikel menarik cara melakukannya apabila sewaktu-waktu perlu pakai dasi, misalnya pas mau presentasi bisnis ke calon investor atau buat yang masih cari-cari kerja pas ada peluang interview.
Bahan yang diperlukan:
ya Dasi ( boleh punya sendiri atau pinjam teman :-))

Caranya: ?


Simpul Yang Sempurna-Four-in-hand

Langkah-langkahnya :
  1. Ambil bagian A yang lebih panjang dan lebih lebar dari B, dan silangkan di atas B.
  2. Putarkan A mengelilingi dan berada di bawah B.
  3. Sekarang kembalikan A di atas B.
  4. Dan tarik A ke atas melewati simpul sekeliling leher anda.
  5. Kemudian tarik A ke bawah lewat simpul yang anda buat dengan A. Kencangkan kedua tali dasi diatur seimbang sehingga bentuk simpul tersebut seperti "V" membentuk lekuk.
  6. Tarik simpul tersebut ke atas dengan agak kencang mengelilingi leher anda, yakinkan bahwa B lebih pendek dari A dan A mencapai ujung dari sabuk


Simpul Baru-Shelby

Langkah-langkahnya:
  1. Mulai dengan dasi bagian dalam menghadap ke luar, A dibawah B.
  2. Tarik A melewati dan di bawah B.
  3. Tarik kencang.
  4. Tarik A menuju ke kiri.
  5. Tarik A ke atas melewati simpul di sekeliling leher anda.
  6. Bawa A melewati simpul dan kencangkan.


Half Windsor

Langkah-Langkahnya :
  1. Ambil A, yang lebih panjang dan lebih lebar dari B, dan silangkan di atas B.
  2. Putar A mengelilingi belakang B.
  3. Kemudian tarik A ke atas.
  4. Dan kembalikan A melewati simpul
  5. Sekarang tarik A lurus ke depan B
  6. Dan sekali lagi tarik A ke atas melewati simpul
  7. Tarik A ke bawah melalui simpul yang di depan.
  8. Kencangkan simpul menggunakan dua tangan.


Perfect Bow (dasi kupu-kupu):

Langkah-Langkahnya :
  1. Letakkan tali dasi mengelilingi leher anda, yakinkan bahwa A lebih panjang dari B (catatan: dasi kupu sangat fleksibel untuk berbagaia macam ukuran leher)
  2. Silangkan A di atas B
  3. Sekarang tarik A ke atas melalui bawah simpul yang mengelilingi leher anda.
  4. Kencangkan simpul sedikit dan lipat ujung dasi satunya (B)
  5. Tarik A di atas bagian B yang sudah ditekuk dilipat.
  6. Sekarang bagian yang agak sulit, perhatikan lebih dekat dari gambar. Lipat A ke belakang dan tarik melewati simpul yang ada di belakang dasi

12.27.2009

Mengundurkan Diri dengan Elegan

Hari yang telah Anda tunggu-tunggu itu akhirnya tiba juga. Akhirnya Anda dapat keluar dari pekerjaan yang selama ini sangat Anda benci. Dalam atmosfir yang dipenuhi kebencian terhadap atasan, pekerjaan Anda atau malah kedua-duanya, pasti ada keinginan dalam diri Anda untuk mewujudkan fantasi yang selama ini telah direncanakan : memberitahu atasan Anda bagaimana tidak becusnya ia dalam mengatur bawahan, membocorkan pada rekan-rekan kerja tentang siapa-siapa saja yang pernah membicarakan mereka dan apa saja yang pernah dibicarakan, atau mengambil persediaan kertas folio di gudang untuk dibawa pulang. Anda mungkin berpikir : toh saya juga akan segera keluar dari tempat itu, jadi nggak ada salahnya kan memanfaatkan kesempatan itu?


Salah besar. Cara Anda mengundurkan diri secara tidak langsung akan mempengaruhi karir Anda di masa depan. Tahan amarah Anda dan jangan berusaha membalas, tapi keluarlah dari pekerjaan tersebut dengan keprofesionalan yang masih terjaga. Berikut adalah hal-hal yang harus dipertimbangkan.

  1. Berpikir jangka panjang

    Jangan sampai Anda mengeluarkan komentar-komentar yang menjelek-jelekkan atasan atau rekan kerja di tempat lama. Meski dorongan tersebut sangat kuat (dan sangat menyenangkan bila bisa melakukannya), perlu diingat bahwa apa yang telah diucapkan tidak dapat ditarik kembali. Kata-kata tersebut (seandainya terdengar oleh orang lain) akan selalu teringat dan mungkin suatu saat akan sampai ke orang yang Anda jelek-jelekkan. Selain Anda masih membutuhkan tempat kerja lama sebagai referensi, masih ada kemungkinan Anda akan bertemu dengan rekan kerja baru yang memiliki hubungan dengan kantor lama -- baik sebagai klien, supervisor, atau (yang lebih parah lagi) teman dekat dari salah seorang rekan kerja Anda di tempat lama.

  2. Berpikir rasional

    Berhenti kerja dapat menjadi pengalaman bernuansa penuh emosi baik bagi Anda maupun atasan (yang mungkin selama ini memperlakukan Anda dengan semena-mena). Atasan mungkin akan merasa kaget, marah atau melakukan pembelaan diri (dan menganggap kesalahan sepenuhnya ada di tangan Anda). Meski ketegangan mungkin terjadi, tahan emosi dan tetaplah berlaku sebagai seorang profesional. Dengan berhenti, Anda sebenarnya telah berhasil membalas perlakuannya. Bayangkan, berapa lama yang akan dibutuhkan untuk mencari sampai melatih orang baru hingga dapat benar-benar mengisi posisi Anda?

  3. Berpikir ke depan

    Buat surat dengan singkat, to the point dan mencantumkan tanggal kapan Anda akan efektif berhenti bekerja. Jangan mengirim melalui email, tapi langsung datangi staf/orang yang berkepentingan dan serahkan surat tersebut. Berhati-hatilah sebab mungkin saja begitu menyerahkan surat pengunduran diri, Anda akan langsung disuruh membereskan meja Anda dan digelandang keluar kantor. Oleh karena itu sangatlah penting mengemasi barang-barang Anda beberapa hari sebelum (misalnya seminggu) sebelum berhenti. Kumpulkan barang-barang yang mungkin dapat berguna suatu hari misalnya alamat email, kartu-kartu nama dari klien, rekan kerja atau supervisor, atau informasi yang Anda butuhkan mengenai proyek yang sedang Anda kerjakan. Sebab begitu Anda menginggalkan kantor untuk terakhir kalinya, barang-barang tersebut tidak bisa diambil lagi.

  4. Berpikir positif

    Seandainya dulu pekerjaan lama Anda diwarnai masa-masa sulit (dan menyebalkan), mungkin akan sedikit sulit untuk tidak berkomentar/bercerita mengenai masa-masa tersebut. Namun membawa beban (dan kekesalan) lama ke pekerjaan baru hanya akan merusak reputasi Anda. Atasan atau rekan baru Anda pastinya tidak ingin mendengarkan keluhan mengenai pekerjaan lama Anda. Lupakan deh mimpi buruk Anda yang dulu, lagipula toh sekarang sudah ada pekerjaan baru. Hadapi masa-masa transisi tersebut dengan seprofesional mungkin dan songsonglah kesempatan emas di pekerjaan baru yang ada di depan Anda.




12.12.2009

Contoh Proposal (Pelatihan Mengemudi)


Berhubung ada pesanan someone untuk di buatkan contoh proposal, maka saya buatkan secara singkat saja untuk dikembangkan.


PROPOSAL PELATIHAN MENGEMUDI


  1. LATAR BELAKANG

    Domisili sebagian besar karyawan bertempat di kota Bogor, maka diperlukan kendaraan dan driver (pengemudi) dengan kondisi yang baik/sehat untuk setiap harinya. Selama ini telah digunakan mobil inventaris untuk maksud tersebut; dan telah ditugaskan seorang driver, namun dengan kondisi 5 jam (pergi & pulang) mengemudi, maka kondisi fisik petugas pun menjadi kurang fit karena kecape-an, belum lagi adanya kondisi-kondisi tertentu dimana petugas driver tersebut tidak dapat melaksanakan tugasnya, karena keperluan lain. Maka kami berencana untuk secara bergantian menjadi driver (terjadwal).


    Dari maksud tersebut, perlu adanya penyelenggaraan “pelatihan mengemudi”, yang dalam hal ini akan diprakarsai oleh jemaat Kemang.


  2. TUJUAN


    1. Memberikan pembelajaran mengemudi dengan baik kepada peserta pelatihan.

    2. Mengenalkan peserta dengan kondisi jalan raya.

    3. Memupuk mental setiap peserta.

    4. Menanamkan sikap kemandirian, rasa tanggung jawab dan akhlaq lainnya.

    5. Tersedianya individu-individu yang berkemampaun mengemudi dengan sikap penuh tanggung jawab, dan siap ditugaskan sebagai driver untuk maksud tersebut diatas.



  3. KEPANITIAAN & PESERTA

    Penanggung Jawab :

    Sekretaris Sanat wa Tijarot PB

    Panitia :


    1. Ketua Jemaat Kemang

    2. Sekr. Sanat wa Tijarot Jemaat Kemang


    Tenaga Pengajar :


    1. Asep Ahmad Nasir

    2. .....


    Peserta :


    1. Cepi Sopyan Nurzaman, Mln

    2. Abdul Mukhlis Ahmad, Mln

    3. Budi Kustaman Ahmadi

    4. Budi Rahman, Mln

    5. Edi Zulkarnaen, Mln

    6. Surya Ahmadi, Mln

    7. Iwan Munawar



  4. JADWAL KEGIATAN

    HARI, TGLPESERTAWAKTU
    Minggu, 2 Nop 2008
    1. Cepi Sopyan Nurzaman
    2. Abdul Mukhlis Ahmad
    08.00 – 12.00
    Senin, 3 Nop 2008
    1. Budi Kustaman Ahmadi
    2. Budi Rahman
    08.00 – 12.00
    dst...
    1. dst...
    2. dst...
    dst...












  5. ANGGARAN BIAYA


    1. Bea sewa mobil1 x 14 hr x Rp.200.000,00Rp.2.800.000,00


    2. Bahan bakar1 x 14 hr x 10 lt @Rp.6.000,00Rp.840.000,00


    3. dst...dst...dst...




  6. PENUTUP

    Demikianlah Proposal “Pelatihan Mengemudi” ini kami sampaikan dengan harapan mendapat tanggapan yang positif dari Bapak.

    Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan Jazakumullah Ahsanal Jaza.



Kemang, 20 Oktober 2008

Wassalamu’alaykum,



Malik Atiaz

Sekr. Sanat wa Tijarot Kemang

11.05.2008

Tips Menentukan Gaji Dalam Interview


Setelah berhasil melewati beberapa tahapan wawancara kerja, besar kemungkinan anda akan diterima di perusahaan tersebut. Maka yang harus anda lakukan adalah mempersiapkan diri untuk menerima pertanyaan, "Berapa gaji yang anda inginkan ?"

Negoisasi gaji adalah salah satu bagian tersulit dalam mendapatkan pekerjaan. Jika meminta jumlah yang terlalu besar, perusahaan mungkin akan mengurungkan niatnya merekrut anda. Sebaliknya, jika jumlah yang anda minta terlalu rendah, mungkin anda akan diterima, namun gaji yang didapatkan dibawah standar yang seharusnya dibayarkan perusahaan tersebut.

Setelah bekerja selama beberapa waktu, lalu anda mengetahui fakta tersebut, pastilah anda akan merasa kecewa. Dan solusinya adalah meminta kenaikan gaji, dan hal ini bukanlah proses yang mudah. Untuk "memenangkan" negosisasi gaji pada saat interview, ikuti petunjuk berikut :

PERATURAN NO. 1 : Dapatkan Informasi

Sebelum wawancara, manfaatkan networking anda. Anda bisa mendapatkan informasi dari teman atau senior anda yang bekerja di perusahaan tersebut/industri serupa, terutama untuk divisi atau posisi yang sama. Sumber lain adalah internet atau tabloid yang memuat mengenai survey/informasi gaji.

PERATURAN NO. 2 : Mendengarkan

Di awal wawancara, jangan pernah langsung menyebutkan berapa gaji yang anda inginkan. Semakin lama anda "menunda", maka semakin banyak informasi yang bisa didapatkan untuk "memenangkan" negoisasi gaji.

Langkah awal, pada saat wawacara, anda sebaiknya "mencari tahu" dari sang pewawancara, ada berapa banyak kandidat untuk posisi tersebut, dan telah berapa lama lowongan tersebut dibuka. Jika lowongan tersebut telah dibuka dalam waktu yang lama, ada kemungkinan perusahaan kesulitan untuk mendapatkan kandidat yang memenuhi kualifikasi. Jika anda high qualified, mungkin anda bisa mendaptkan nominal yang dinginkan.

PERATURAN KE 3 : Berlatih

Anda boleh menyebutkan sejumlah angka pada saat bernegoisasi. Tetapi jangan terlalu tinggi dari standar gaji yang berlaku untuk industri/perusahaan tersebut. Jika ini terjadi, pewawancara malah menganggap anda tidak serius. Ini berarti anda kehilangan kesempatan.

Jika anda menginginkan sejumlah nominal yang tinggi untuk gaji anda, katakanlah sejumlah gaji pada top range, tunjukkah bahwa kualifikasi anda memang pantas untuk itu. Sebelum hari wawancara, anda bisa mempersiapkan "pidato" selama 1-2 menit yang mendeskrisikan apa yang anda bisa berikan untuk perusahaan jika anda diterima bekerja di tempat tersebut.

Satu hal yang harus dingat, pada saat perusahaan memberikan penawaran, anda tidak harus memberikan jawaban saat itu juga. Anda bisa minta waktu untuk mempertimbangkan semuanya dalam mengambil keputusan. Jika tawaran perusahaan lebih rendah dari yang anda harapkan, anda bisa saja menolak.

Apalagi pada saat bersamaan, ada tawaran yang lebih menggiurkan dari perusahan lain. Namun, ada hal lain yang patut dipertimbangkan, apakah posisi yang ditawarkan nerupakan langkah strategis untuk perkembangan karir anda.

BEBERAPA SITUASI DALAM NEGOSISASI GAJI

--- . Perusahaan melakukan "secreening phobe call" . ---

Yang harus anda lakukan adalah bertanya dengan sopan mengenai kisaran gaji untuk posisi tersebut.

Jika si penelpon tidak memberikan informasi untuk hal tersebut, anda sebaiknya merespon dengan mengatakan, "Berdasarkan informasi yang saya dapatkan mengenai standar gaji untuk industri ini, mencakup gaji pokok, lembur, training, dan fasilitas yang ada, asuransi kesehatan, biaya perjalanan, jenjang karir, bonus, komisi, dan jenis profit sharing lainnya, gaji yang saya inginkan berkisar Rp xxx,- sampai dengan Rp yyy,- (berikan kisaran yang luas). Saya bersedia datang untuk wawancara pada hari X jam Y. Apakah Bapak/ibu bersedia mempertimbangkan ?.

-- . Jika pewawancara mengajukan pertanyaan mengenai gaji pada saat awal wawancara, anda punya 3 pilihan :

* Berusaha menunda negoisasi dengan mengatakan, "Saya melamar untuk posisi ini karena sangat tertarik akan bidang ini dan perusahaan anda. Tetapi saya rasa saya baru bisa membahas masalah gaji dengan anda setelah kita berdua "yakin" bahwa saya memang memenuhi kualifikasi untuk posisi ini."

* Memberikan respon yang tidak spesifik dengan mengatakan, "Selama saya dibayar sesuai standar perusahaan anda dan tanggung jawab yang harus saya penuhi untuk posisi ini, saya rasa tidak ada masalah."

* "Membalikkan" pertanyaan kepada pewawancara. Jika pewawancara melontarkan pertanyaan di awal wawancara , "Jika anda diterima bekerja di sini, berapa gaji yang anda inginkan ?". Maka anda bisa menjawab seperti ini, "Saya sangat tertarik untuk berkerja di sini, menjadi bagian dari perusahaan ini. Tetapi sebelumnya saya ingin mengetahui, untuk kualifikasi kandidat dengan latar pendidikan dan keahlian seperti saya, berapakah standar gaji di perusahaan ini ?".

-- Negoisasi gaji di pertengahan wawancara --

* Perusahaan menawarkan gaji dalam kisaran yang sesuai/bisa anda terima. Pewawancara mengatakan, "Gaji untuk posisi ini berkisar dari Rp xxx,- sampai dengan Rp yyy,- Apakah anda bersedia menerima tawaran ini ?. Yang harus anda katakan, "Saya sangat menghargai tawaran ini.

Saya sangat tertarik untuk mengaplikasikan yang telah saya pelajari selama kuliah di perusahaan ini. Jumlah yang anda sebutkan tadi adalah yang seperti saya harapkan untuk gaji pokok, ditambah dengan beberapa aspek lainnya seperti asuransi, uang lembur, dan fasilitas lainnya.

* Anda hanya tertarik pada top range dari gaji yang di tawarkan. Yang harus anda katakan, "Terimakasih atas tawaran anda untuk bergabung dengan perusahaan ini. Saya yakin berbagai keahlian yang saya miliki merupakan benefit bagi perusahaan ini. Berdasarkan apa yang saya ketahui mengenai standar gaji dan penawaran dari perusahaan lain, saya harus mengatakan bahwa saya hanya bisa mengatakan "ya" untuk kisaran atas dari jumlah yang Bapak/Ibu sebutkan tadi.

* Jika anda sama sekali tidak tertarik dengan gaji yang ditawarkan. Yang harus anda katakan, "Terimakasih atas tawaran Bapak/Ibu untuk bergabung dengan perusahaan ini. Saya sangat tertarik untuk mengaplikasikan yang telah saya pelajari selama kuliah di perusahaan ini.

Namun ada beberapa perusahaan lain yang juga memberikan tawaran kepada saya, untuk posisi yang sama dan gaji yang lebih tinggi. Tentu saja, uang bukan faktor penentu utama, saya juga mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti training, jenjang karir,dan sebagainya.

* Pewawancara tidak menyebutkan jumlah kisaran gaji. Yang harus anda katakan, "Dari apa yang saya ketahui, berdasarkan standar industri, gaji pokok untuk posisi ini adalah sebesar Rp xxx. Dan berdasarkan pendidikan dan keahlian yang saya miliki, saya mengharapkan gaji pada middle range, katakanlah Rp yyy. Baagimana menurut Bapak/Ibu ?".

* Jika pewawancara memberikan penawaran di akhir wawancara. Ini berarti pewawancara sangat tertarik untuk merekrut anda. Yang harus anda katakan, "Saya siap untuk menerima penawaran terbaik dari perusahaan ini." Dan jika gaji ditawarkan memang seperti apa yang anda inginkan, katakan, "Hal terpenting bagi saya adalah kesempatan untuk bergabung di perusahaan ini, dan saya yakin gaji yang ditawarkan sangat kompetitif."

Petunjuk untuk "FRESH GRADUATES".

  • Perusahaan memilih anda karena kualifikasi yang dimiliki, bukan gaji yang anda sebutkan. Perusahaan menerima anda bekerja adalah untuk meningkatkan profit mereka.
  • Dalam wawancara, anda harus meyakinkan bahwa anda mampu mengerjakan tugas/tanggung jawab untuk posisi tersebut. Jika tidak, mereka tidak akan memberikan penawaran apapun bagi anda.
  • Jika anda belum memiliki pengalaman kerja, ingat akan kualitas anda yaitu pendidikan dan keahlian. Dua hal itulah yang akan membuat anda sukses di dunia kerja.
  • Apa yang membuat perusahaan memutuskan menerima anda ?. 95% nya berdasarkan kepribadian, antusiasme, dan keahlian anda. 5% nya adalah karena keahlian khusus yang anda miliki.

PERATURAN NO. 4 : Jika Penawaran Resmi Telah Dibuat

Jika penawaran resmi telah dibuat, ajukan pertanyaan sebagai berikut :

  • Apakah ada kesempatan promosi untuk posisi ini ?. Untuk posisi atau level apa ?.
  • Kapan dan bagaimanakah penilaian kinerja pegawai untuk posisi ini ?.
  • Apakah penilaian tersebut termasuk untuk review gaji ?.
  • Seperti apakah peningkatan gaji yang ditawarkan untuk 3-5 tahun mendatang ?.
  • PASTIKAN BAHWA PENAWARAN GAJI TELAH MENCAKUP KESELURUHAN DAN DALAM BENTUK TERTULIS.
  • PASTIKAN ANDA TELAH MENGEVALUASI KESELURUHAN KOMPENSASI YANG DITAWARKAN, BUKAN HANYA GAJI.

Selain gaji, biasanya perusahaan juga memberikan kompensasi dalam bentuk :

  • Asuransi kesehatan (dengan atau tanpa mencakup perawatan gigi & mata) .Walaupun perusahaan tidak meng-cover semua biaya, fasilitas ini akan membuat anda membayar lebih murah.
  • Asuransi jiwa.
  • Asuransi kecelakaan, terutama untuk pegawai yang sering bepergian/jenis pekerjaan dengan risiko tinggi.
  • Peningkatan gaji untuk 3-5 tahun pertama. Apakah hanya peningkatan pertahun ?. Atau ada peningkatan gaji/pemberian bonus berdasarkan prestasi kinerja ?.
  • Fasilitas cuti.
  • Biaya pensiun (berlaku untuk perusahaan tertentu).
  • Profit sharing.
  • Stock option. Beberapa perusahaan menerapkan sistem pembagian saham kepada karyawan.
  • Training atau pendidikan tertentu.
  • Uang lembur & transportasi.
  • Fasilitas kredit kendaraan/rumah.

PERATURAN NO. 5 : Hal lain yang harus diperhatikan

  • Ucapkan terimakasih atas penawaran yang diberikan.
  • Jangan langsung bernegoisasi pada saat pewawancara menyebutkan penawaran. Mintalah waktu untuk mempertimbangkan kompensasi secara keseluruhan, bukan hanya gaji.
  • Pada saat bernegoisasi, jangan katakan, "Saya meminta …". Yang terbaik anda harus mengatakan, "Saya mengharapkan..,".
  • Terkadang gaji yang ditawarkan mungkin lebih rendah dari yang anda inginkan. Sebelum meng-iya-kan atau menolak, pertimbangkanlah faktor lain seperti reputasi perusahaan, budaya perusahaan, suasana kerja, macam asuransi yang ada, training dan pendidikan, dan sebagainya.

11.03.2008

Pertanyaan Umum Dalam Wawancara


Di bawah ini diberikan daftar pertanyaan umum yang dapat menggali 12 aspek seperti berikut ini :

1. Motivasi

Pertanyaan yang dapat menggali aspek motivasi antara lain :

  1. Mengapa anda memutuskan untuk melamar pekerjaan di perusahaan ini ?
  2. Apa yang membuat anda menjadi tertarik dengan perusahaan ini ?
  3. Tanggung jawab apa yang anda anggap penting dalam pekerjaan ?
  4. Tantangan apa yang anda cari dalam pekerjaan ?
  5. Sebutkan dua hal yang memotivasi anda dalam bekerja.
  6. Apa yang dapat memotivasi anda dalam kehidupan pribadi anda ?
  7. Apa yang dapat memotivasi anda dalam menyelesaikan tugas yang sulit ?
  8. Apa yang dapat memotivasi anda agar menjadi sukses dalam pekerjaan ?
  9. Apa alasan anda keluar dari perusahaan sebelumnya ?
  10. Apa yang membuat anda keluar dari perusahaan sebelumnya ?
  11. Selama perjalanan karir anda, posisi mana yang paling anda sukai ?
  12. Mengapa anda ingin mengubah karir ? (bila yang bersangkutan berpindah profesi/karir)
  13. Apa arti bekerja bagi anda ?

2. Ketahanan Terhadap Tekanan (Stres)

Pertanyaan yang dapat menggali aspek ketahanan terhadap tekanan/stres antara lain :

  1. Apakah anda dapat bekerja di bawah tekanan ?
  2. Pernahkan anda bekerja di bawah tekanan ? Ceritakan bagaimana anda menyikapinya?
  3. Dalam lingkungan kerja seperti apa anda merasa nyaman ? (Terstruktur atau tidak ?)
  4. Seandainya ada konsumen yang marah karena hal yang bukan dilakukan anda, bagaimana anda menyikapinya ?
  5. Bagaimana anda menyikapi kritik yang diberikan kepada anda ?
  6. Seandainya anda mendapatkan pekerjaan yang tidak anda harapkan, apa yang akan anda lakukan ?
  7. Apa yang anda anggap sebagai hal yang berat untuk dilakukan dalam pekerjaan ?
  8. Seandainya anda dihadapkan dengan dua tugas yang harus diselesaikan pada saat yang bersamaan, apa yang akan anda lakukan ?
  9. Masalah terbesar apa yang pernah anda hadapi ? Bagaimana anda mengatasinya ?


3. Inisiatif

Pertanyaan yang dapat menggali aspek inisiatif antara lain :

  1. Apa yang anda ketahui tentang perusahaan ini ? Dan darimana serta bagaimana anda mengetahuinya ?
  2. Kriteria apa yang anda gunakan untuk mengevaluasi perusahaan yang anda harapkan menjadi tempat kerja anda ?
  3. Ceritakan mengenai pendidikan dan pelatihan yang pernah anda ikuti.
  4. Bagaimana anda mendapatkan pekerjaan selama ini ? (Apakah melalui iklan, referensi, dsb) - untuk yang sudah pernah bekerja.


4. Sikap kerja

Pertanyaan yang dapat menggali aspek sikap kerja antara lain :

  1. Seandainya anda ditempatkan di cabang perusahaan yang jauh dari lokasi anda, bagaimana anda menyikapinya ?
  2. Seandainya ada pengalihan tanggung jawab pada pekerjaan yang anda pegang, bagaimana anda menyikapinya ?
  3. Ceritakan mengenai pengalaman kerja anda. (untuk yang sudah bekerja)
  4. Apa tanggung jawab anda pada posisi tersebut ? (untuk yang sudah bekerja)


5. Kepercayaan Diri

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kepercayaan diri antara lain :

  1. Menurut anda, apa definisi/arti kesuksesan ? Dan seberapa besar pengaruhnya bagi anda ?
  2. Menurut anda, apa definisi/arti kegagalan ? Dan seberapa besar pengaruhnya bagi anda ?
  3. Jelaskan ukuran/standar kesuksesan bagi anda.
  4. Pekerjaan apa yang telah anda selesaikan dengan sukses ?
  5. Apa peran anda dalam kesuksesan tersebut ?
  6. Bagaimana anda memandang diri sendiri saat ini ? Apakah sudah sukses ?


6. Kemampuan Berpikir Analitis

Termasuk di dalam kemampuan berpikir analitis adalah "Kemampuan Memecahkan Masalah" (problem solving) dan "Kemampuan Membuat Keputusan" (decision making).

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kemampuan berpikir analitis antara lain :

  1. Masalah tersulit apa yang pernah anda alami ? Apa yang anda lakukan ? Bagaimana penyelesaiannya ?
  2. Hambatan atau kendala apa yang ditemukan selama kuliah atau belajar ? Bagaimana cara mengatasinya ?
  3. Ceritakan mengenai persoalan yang pernah anda pecahkan.
  4. Ceritakan situasi dimana anda pernah memiliki masalah dengan pengambilan keputusan.
  5. Ceritakan dimana anda harus membuat suatu keputusan.
  6. Ceritakan bagaimana anda pernah memecahkan masalah yang sulit.
  7. Ceritakan mengenai permasalahan yang paling sering anda hadapi dalam pekerjaan.
  8. Apakah anda pernah menyelesaikan suatu permasalahan bersama-sama rekan ? Apa peran anda dalam menyelesaikan masalah tersebut ?
  9. Apakah anda pernah diminta untuk menyelesaikan beberapa tugas dalam suatu waktu ? Apa yang anda lakukan ?
  10. Bagaimana anda menyelesaikan suatu permasalahan yang muncul tiba-tiba ?
  11. Bagaimana anda mengidentifikasikan kedatangan suatu masalah ?
  12. Bagaimana anda membuat suatu keputusan penting ?
  13. Bagaimana anda memecahkan masalah ?
  14. Dalam situasi atau kondisi seperti apa, anda memiliki kemungkinan paling besar untuk berbuat kesalahan ?
  15. Keputusan apa yang terasa sulit bagi anda ? Berikan Contohnya !
  16. Menurut anda, faktor apa yang paling menentukan suksesnya seseorang ?
  17. Apa yang anda lakukan saat dihadapkan dengan pengambilan keputusan yang penting ?
  18. Apa yang anda lakukan saat kesulitan atau tidak dapat memecahkan persoalan yang anda hadapi ?
  19. Keputusan tersulit apa yang telah anda buat selama tiga tahun terakhir ?
  20. Kapan anda memutuskan untuk berhenti berusaha memecahkan suatu persoalan yang sulit ?


7. Kemampuan Pencapaian Keberhasilan (Achievement)

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kemampuan pencapaian keberhasilan antara lain :

  1. Apakah anda senang mengerjakan pekerjaan/proyek yang sulit ?
  2. Apakah anda mempunyai prestasi yang dibanggakan ? Ceritakan !
  3. Apakah anda memiliki inisiatif ? Bagaimana anda menunjukkan hal tersebut ? Ceritakan satu contoh inisiatif yang telah anda ambil.
  4. Apakah anda pernah menyelesaikan persoalan yang sulit ? Atau yang sebelumnya anda pikir tidak dapat anda selesaikan ?
  5. Bagaimana anda menunjukkan keinginan (willingness) untuk bekerja ?
  6. Sebutkan prestasi yang pernah anda capai dalam pekerjaan atau masa kuliah/sekolah !
  7. Sebutkan lima pencapaian terbesar dalam hidup anda !
  8. Apa kegagalan terbesar yang pernah anda alami ? Kekecewaan apa yang anda alami ?
  9. Bagaimana anda mengatasi perasaan tersebut ? Dan mengatasi kegagalan tersebut ?
  10. Hal atau lingkungan seperti apa yang paling mendorong anda dalam bekerja ?
  11. Menurut anda, apa tantangan terbesar dalam pekerjaan ?
  12. Sebutkan bagian dari pekerjaan yang paling menantang dan yang paling tidak menantang.
  13. Apakah anda termasuk orang yang berani dalam mengambil risiko ?
  14. Berdasarkan pengalaman anda, ceritakan secara rinci dalam hal apa anda mengambil risiko untuk menyelesaikan suatu tugas ?
  15. Mengapa anda mengambil risiko tersebut ?
  16. Risiko apa yang anda hadapi saat mengajukan suatu usulan ?
  17. Prestasi apa yang pernah anda dapatkan di sekolah yang tidak dapat anda lupakan ?
  18. Prestasi apa yang pernah anda capai dalam bekerja yang mendapatkan penghargaan dari pimpinan atau perusahaan ? (baik penghargaan lisan ataupun penghargaan tertulis atau materi).


8. Aspirasi Diri

Pertanyaan yang dapat menggali aspek aspirasi diri antara lain :

  1. Mata kuliah (mata pelajaran) apa yang paling anda senangi ? Mata kuliah (mata pelajaran) apa yang paling anda tidak senangi ? Kenapa ?
  2. Apa cita-cita anda ketika lulus sekolah ? Ketika lulus kuliah ?
  3. Apakah anda berniat melanjutkan sekolah ? Berniat melanjutkan kuliah ?
  4. Menurut anda, apakah nilai anda merupakan indikasi terbaik untuk hasil akademik anda ?
  5. Kenapa kami harus memilih anda ?
  6. Bisakah anda menyebutkan lima kelebihan dan lima kekurangan anda ?
  7. Bagaimana pendapat anda mengenai perusahaan ini ?


9. Kelemahan Diri

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kelemahan diri antara lain :

  1. Apakah anda telah mencapai semua target yang telah anda tetapkan ? Bila tidak, mengapa ?
  2. Bagaimana anda mengatasi kegagalan dalam pencapaian target tersebut ?
  3. Kelemahan apa yang muncul saat anda dihadapkan pada tugas yang sulit ?


10. Sosialisasi

Pertanyaan yang dapat menggali aspek sosialisasi antara lain :

  1. Ceritakan kegiatan anda di waktu senggang.
  2. Kegiatan apa yang anda ikuti di lingkungan anda ?
  3. Seandainya anda menjadi anggota suatu organisasi, maka kegiatan apa dan peran apa yang akan anda lakukan dalam organisasi tersebut ?
  4. Selain belajar, kegiatan apa saja yang anda ikuti saat masih kuliah atau sekolah ? Posisi apa yang anda pegang ?


11. Kemandirian

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kemandirian antara lain :

  1. Ceritakan keputusan-keputusan penting dalam hidup anda, yang anda anggap sebagai keputusan anda sendiri. Juga ceritakan keputusan penting yang anda anggap bukan keputusan anda sendiri.
  2. Mengapa anda memilih jurusan .... ?
  3. Dalam pengambilan suatu keputusan, siapa yang berpengaruh dalam diri anda ?
  4. Dalam hal-hal apa saja orang-orang tersebut anda sertakan ?


12. Kepemimpinan

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kepemimpinan antara lain :

  1. Sebutkan kepribadian yang anda miliki yang mencerminkan kemampuan memimpin.
  2. Menurut anda, kualitas apa yang dibutuhkan seorang pemimpin ?
  3. Apa yang paling menjadi tantangan bagi seorang pemimpin ?
  4. Bagaimana cara anda mendelegasikan suatu tanggung jawab ?
  5. Apakah anda membutuhka pengawas dalam bekerja ?
  6. Bagaimana cara anda membuat suatu rencana kerja ?
  7. Bagaimana cara anda memberikan teguran atau mendisiplinkan bawahan anda ?
  8. Seandainya ada bawahan anda yang melanggar aturan perusahaan, bagaimana anda menghadapinya ?
  9. Atasan seperti apa yang anda harapkan ?
  10. Seandainya anda kelebihan beban kerja, apa yang akan anda lakukan ?
  11. Bagaimana cara anda untuk memotivasi sesorang ?
  12. Atasan seperti apa yang menurut anda sulit untuk diajak kerja sama ?
  13. Bawahan seperti apa yang menurut anda sulit untuk diajak kerja sama ?
  14. Atasan seperti apa yang menurut anda tidak adil ?
  15. Seandainya anda membuat suatu kebijakan, kemudian bawahan anda banyak yang menentangnya, bagaimana anda mengatasinya ?

10.29.2008

Fakta Yang Harus Anda Ketahui Tentang Wawancara Kerja

Berikut adalah fakta-fakta yang harus anda ketahui tentang bagaimana cara menghadapi wawancara kerja. Fakta-fakta tersebut disertai dengan tips dan saran-saran untuk mengatasinya.

Tujuan dari Wawancara Kerja adalah untuk mendapatkan pekerjaan.
Fakta 1.
Tujuan interview dari sudut pandang anda adalah :
1. “To sell yourself”
2. Untuk memberikan anda kesempatan untuk berbagi informasi tentang pencari kerja dan kebutuhannya, sejarah perusahaan, lingkungan kerja,aktivitas bisnis, dan rencana masa depan. Barulah kemudian anda bisa memutuskan, apakah pekerjaan tersebut memang untuk anda.
Dari sudut pandang pencari kerja, melalui wawancara kerja mereka dapat mempelajari anda dan kemampuan anda, bakat, minat, kepribadian, pengalaman kerja, pendidikan dan motivasi. Wawancara kerja membantu pencari kerja dan organisasi untuk menemukan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan mereka.Wawancara pertama adalah proses untuk saling mempelajari kedua belah pihak dan haruslah merupakan dialog dua arah.

Ingat : Wawancara kerja yang baik memerlukan latihan dan persiapan. Persiapan akan membangun rasa percaya diri anda, akan membantu anda lebih santai dan akan membimbing anda dalam mempresentasikan kulifikasi anda. Hal ini merupakan terjemahan dari SUKSES!!. Wawancara apa pun, bahkan yang bukan untuk wawancara kerja, adalah sebuah persiapan untuk wawancara kerja anda selanjutnya.

Apakah resume anda sama pentingnya dengan wawancara kerja?
Fakta 2.
Resume membawa kaki anda menuju ke pintu pencari kerja.Resume membantu anda untuk mengkomunikasikan kualifikasi yang anda miliki kepada pencari kerja. Tapi, resume hanya digunakan untuk menyeleksi kandidat-kandidat untuk wawancara kerja. Terkadang, orang yang mewawancarai anda bahkan belum membaca resume anda dan akan membacanya untuk pertama kali selama wawancara kerja dilakukan.

Wawancara kerja adalah tentang keberuntungan dan berada ditempat yang tepat pada saat yang tepat.
Fakta 3.
Kadang hal tersebut benar, terutama apabila anda memiliki jaringan. Wawancara kerja adalah keahlian/skill.

Kesempatan anda sukses dalam wawancara kerja akan meningkat apabila anda tahu tentang - Bersiap untuk wawancara kerja :
Ceritakan tentang kelebihan anda kepada pencari kerja
Dress for success
Gunakan kekuatan kepribadian anda
Jika persiapan anda tidak matang, meskipun anda begitu bagus diatas kertas. Hal tersebut akan menjatuhkan anda. Anda harus meyakinkan pencari kerja bahwa anda memiliki sesuatu untuk ditawarkan. Semua ini bukan keberuntungan, tapi persiapan.

Okay, apa yang harus disiapkan untuk menghadapi wawancara kerja?
Fakta 4.
Pelajari perusahaan pencari kerja, seperti sejarah perusahaan, produk dan servis yang dijual, dan lokasi. Cari data laporan tahunan perusahaan, berita press atau literatur lainnya. Atau, pergilah ke perpustakaan dan cari materi-materi tersebut. Anda juga bisa mempelajari perusahaan pencari kerja melalui internet. Bicaralah dengan calon rekan kerja anda atau dengan orang-orang yang tahu tentang perusahaan tersebut.

Jadi, saat pe-wawancara menanyai anda tentang pengetahuan yang anda miliki mengenai perusahaan tersebut (Hal ini selalu ditanyakan oleh pewawancara), anda akan mengejutkan mereka karena pengetahuan anda, tanpa harus mengatakan “Aduh, saya tidah tahu”
Pastikan anda mengetahui bagaimana cara untuk sampai ke perusahaan tersebut dan berapa lama?. Tidak ada alasan untuk terlambat. Tips : Pergilah ke perusahaan yang bersangkutan dan peroleh informasi yang bisa anda dapatkan. Anda akan tahu pasti bagaimana cara untuk sampai ke kantor perusahaan yang bersangkutan – Satu lagi kekhawatiran yang bisa hilang.
Kenali diri anda. Biasakanlah untuk merasa nyaman membicarakan diri anda, karir anda dan apa saja yang telah anda raih. Latihanlah di depan cermin, atau dengan orang lain.
Pikirkan tentang :

Minat. Pekerjaan seperti apa yang anda inginkan?

Kemampuan. Keahlian apa yang anda miliki? Keahlian seperti apa yang anda gunakan untuk pekerjaan yang anda inginkan?

Nilai-Nilai. Perilaku dasar yang anda harus miliki dalam dunia kerja, dengan orang lain, dan diri anda sendiri

Kelebihan dan Kekurangan. Apa kelebihan anda? Kekurangan apa yang harus dihilangkan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut?

Mengetahui Cita-cita Anda. Tanyakan diri anda, apa yang ingin anda lakukan sampai 5 tahun dari sekarang.

Mengetahui pertanyaan yang biasa ditanyakan oleh perusahaan kemudian melatih jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Tips : Apapun pertanyaannya, hubungkan jawabannya dengan pekerjaan.
Berlatihlah berjabatan tangan untuk bisnis dan bagaimana memperkenalkan diri anda.

Benarkah bahwa Pewawancara akan menerima anda karena dia menyukai anda?
Fakta 5.
Salah satu alasan kenapa pencari kerja menerima seseorang adalah karena pewawancara merasa nyaman bersama anda dan yakin bahwa anda akan diterima oleh karyawan yang lainnya, atau dengan kata lain, pewawancara menyukai anda. Pewawancara memberi anda kesempatan untuk menunjukkan kepribadian anda, intelektualitas anda, bakat dan minat anda.

Apakah dengan memakai pakaian tertentu akan membantu pewawancara untuk mengingat saya dibanding pelamar lainnya?
Fakta 6.
Sekaranglah saatnya untuk membuat pernyataan tentang fashion. Jangan memakai apapun yang dapat mengalihkan perhatian pewawancara dari apa yang sedang anda coba katakan.
Berpakaianlah secara konservatif. Beberapa buku mengatakan bahwa anda sebaiknya berpakaian untuk pekerjaan yang sedang anda kejar. Tapi anda sebaiknya berpakaian lebih baik dari itu, karena anda tidak datang untuk bekerja tapi datang untuk wawancara.

Baik pria maupun wanita sebaiknya memakai pakaian berwarna gelap.Dan jangan lupa hal-hal dibawah ini:
  1. Pria sebaiknya tidak memakai anting. Wanita sebaiknya tidak memakai perhiasan yang terlalu mencolok.
  2. Baju rapi dan sepatu mengkilat.
  3. Jangan memakai parfum yang baunya terlalu mencolok. Banyak orang yang alergi terhadap parfum atau cologne.

Apa yang dimaksud dengan screening interview?
Fakta 7.
Banyak pencari kerja yang membuat janji wawancara melalui telepon, tapi mereka juga mungkin akan melakukan interview awal melalui telepon. Anda dipanggil untuk datang pada wawancara resmi tergantung pada bagaimana cara anda melakukan wawancara melalui telepon ini. Bersiaplah, pegang resume anda, informasi perusahaan ataupun alamat yang anda tuju, kertas dan alat tulis. Jangan biarkan si pencari kerja menunggu di telepon sementara anda mencari bahan-bahan tersebut disana sini.
Tips : Ganti mesin penjawab telepon anda ke professional greeting.

10.21.2008

Wawancara Dan Tes Psikologi (Psikotes)


Berbohong saat tes wawancara bukan hanya tak berguna, tapi juga bisa membuat Anda tidak diterima. Lebih bijaksana bila pertanyaan dijawab apa adanya, spontan, langsung ke pokok persoalan, tidak mengada-ada, tidak menggurui, dan sopan.

"Padahal tinggal wawancara lo, kok gagal. Dulu juga begitu, selalu kandas di tahap ini". Keluhan macam itu banyak kita dengar dari mereka yang tak lolos dalam wawancara psikologi untuk melamar kerja. Sebuah kenyataan yang menyesakkan, apalagi kebanyakan tahapan wawancara berada diakhir proses seleksi. Lolos di sini berarti si calon diterima di tempat kerja yang baru.

Wawancara psikologi punya banyak makna. Ada beberapa versi, salah satunya, menurut Bingham dan Moore, wawancara adalah "...conversation directed to define purpose other than satisfaction in the conversation itself". Sedangkan menurut Weiner, "The term interview has a history of usage going back for centuries. It was used normally to designate a face to face meeting of individual for a formal conference on some point."

Dari kedua definisi itu didapatkan kondisi bahwa wawancara adalah pertemuan tatap muka, dengan menggunakan cara lisan, dan mempunyai tujuan tertentu. Jangan dibayangkan wawancara itu sama dengan interogasi karena tujuan utamanya memang "berbeda", meskipun sedikit serupa dalam hal menggali dan mencocokkan data. Yang pasti, cara yang dipergunakan dalam kedua hal itu berlainan.
Interogasi lebih menekankan pada tercapainya tujuan, dengan berbagai cara dan akibat, baik secara halus maupun kasar. Posisi interogator lebih tinggi dan bebas daripada yang diinterogasi, serta lebih langsung.

Bandingkan dengan wawancara psikologi, di mana kedudukan antara pewawancara dan yang diwawancarai relatif setara. Kondisinya pun berbeda, karena tidak ada penekanan serta tidak menggunakan kekuasaan. Bahkan dalam kondisi ekstrem, seorang calon karyawan yang diwawancarai bisa saja tidak menjawab, pewawancara pun tidak akan memaksa. Namun, hal itu tentu akan sangat mempengaruhi penilaian dalam pengambilan keputusan seorang psikolog.

Cocok berbobot
Wawancara dalam tes psikologi (psikotes) sebenarnya satu paket dengan tes tertulisnya. Tes ini bertujuan mencari orang yang cocok dan pas, baik dari tingkat kecerdasan, serta sifat dan kepribadian. Istilah kerennya mendapatkan "the right man in the right place".


Dasar pemikiran lain kenapa perlu diadakan seleksi, yaitu adanya perbedaan potensi yang dimiliki setiap individu. Perbedaan itu akan menentukan pula perbedaan dalam pola pikir, tingkah laku, minat, serta pandangannya terhadap sesuatu. Kondisi itu juga akan berpengaruh terhadap hasil kerja. Bisa jadi suatu pekerjaan atau jabatan akan lebih berhasil bila dikerjakan oleh individu yang mempunyai bakat serta kemampuan seperti yang dituntut oleh persyaratan dari suatu pekerjaan atau jabatan itu sendiri.

Ada beberapa tujuan spesifik dari wawancara psikologi. Pertama, observasi. Dalam hal ini calon kar-yawan dilihat dan dinilai. Mulai dari penampilan, sikap, cara menjawab pertanyaan, postur - terutama untuk pekerjaan yang memang membutuhkannya, seperti tentara, polisi, satpam, dan pramugari. Penilaian juga menyangkut bobot jawaban dan kelancaran dalam menjawab.

Demikian pula perilaku dan sikap-sikap yang akan muncul secara spontan bila berada dalam situasi yang baru dan mungkin menegangkan. Misalnya, mata berkedip-kedip atau memutar jari-jemari yang dilakukan tanpa sadar.
Dalam hal bobot jawaban, misalnya, si calon bisa dinilai apakah ia memberikan jawaban yang dangkal atau tidak, atau malah berbelit-belit. Jawaban berupa "Ingin naik pesawat" atau "Ingin ke luar negeri" merupakan contoh jawaban yang dinilai dangkal atas pertanyaan alasan menjadi pramugari.

Sedangkan kelancaran dalam menjawab biasanya dinilai dari berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh seorang calon karyawan untuk menjawab pertanyaan.
Dalam wawancara psikologi yang diperlukan sebenarnya jawaban spontan dan tidak mengada-ada. Misalnya, apabila ditanya alamat, sebut saja alamat kita. Tidak usah ditambah-tambahi atau malah berlagak sok pintar.
Tujuan berikutnya dalam tes wawancara adalah menggali data yang tidak didapatkan dari tes tertulis. Misalnya, apakah istri bekerja, anak bersekolah di mana, masih tinggal bersama orangtua atau tidak, serta apa judul skripsi dan berapa nilai yang didapat.

Yang tidak kalah penting dalam mempengaruhi penilaian adalah kecocokan data. Benarkah data yang ditulis oleh sang calon?
Atas dasar itu seorang psikolog sering melontarkan pertanyaan untuk menilai tingkat pemahaman dan intelegensi si calon. Misalnya, calon mengaku berpendidikan S2, maka diajukan pertanyaan yang sesuai dengan tingkat pendidikan itu. Bila jawabannya kurang bermutu, dapat saja diambil kesimpulan bahwa calon memiliki intelegensi yang kurang atau dianggap tidak serius selama menjalani proses pendidikan.
Sering juga terjadi hasil tes tulis bagus, tapi hasil wawancaranya kurang meyakinkan. Hal ini bisa terjadi karena mungkin ia telah beberapa kali mengikuti psikotes atau pernah mengikuti bimbingan psikotes. Tes ulang dapat menjadi alat untuk mengatasi keraguan itu.

Dalam konteks di atas, tidaklah mungkin seorang calon membohongi psikolog. Riskan pula bila dia tidak menjawab dengan sebenarnya. Terbuka sudah kepribadiannya yang tidak jujur, padahal kejujuran merupakan prasyarat penting untuk perusahaan.
Pada wawancara untuk evaluasi karyawan atau promosi jabatan biasanya data curiculum vitae (CV) dari instansi atau perusahaan sudah diberikan semua dari Bagian Personalia.

Manfaat lain wawancara adalah melengkapi data yang terlupakan atau tidak tertulis secara lengkap. Misalnya, sudah pernah mengalami psikotes atau belum. Kalau sudah, berapa kali? Untuk apa? Lulus atau tidak? Mungkin juga minat ataupun gaji yang diinginkan. Yang terakhir, manfaat wawancara yaitu untuk membuat keputusan.
Dari hasil pemeriksaan psikologi tertulis dan wawancara, dibuatlah kesimpulan, apakah calon ini memenuhi syarat seperti job description yang diberikan oleh perusahaan atau tidak.

Terkadang ada psikotes yang tidak menggunakan wawancara. Semua itu tergantung tujuan pemeriksaan, ketersediaan data yang mungkin sudah lengkap, serta tidak begitu mensyaratkan penampilan atau postur. Misalnya, bila yang diperlukan operator komputer, yang penting dia bisa komputer dan inteligensinya cukup.

10.19.2008

Contoh Daftar Riwayat Hidup


Krisdayanti


DATA PRIBADI
________________________________________


Tempat, tanggal lahir
Jenis kelamin
Status
Agama
Kewarganegaraan
Alamat

Telepon
e-Mail
: Yogyakarta, 18 Januari 1973
: Perempuan
: Menikah
: Islam
: Indonesia
: Jl. Kebon Salak X No.75
Jakarta Utara 17345
: (021) 5846887, 08170957556
: krisdayanti@yahoo.com


BIDANG KEAHLIAN
________________________________________
Manajer Pemasaran

PENGALAMAN KERJA
______________________________________
2002–Saat ini PT. BCG Battery Bekasi, Jawa Barat

National Sales Manager
• Meningkatkan penjualan sebesar 50% dari Rp 400 milyar menjadi Rp 850 milyar.
• Meningkatkan penjualan per distributor sebesar 50%.
• Membuka wilayah pemasaran baru di Indonesia bagian timur yang memberikan kontribusi terhadap kenaikan penjualan nasional sebesar 20%.

1999–2002 PT. BOGA INTI SARI Bogor, Jawa Barat

District Sales Manager
• Meningkatkan penjualan wilayah Jabotabek dari Rp 250 milyar per tahun menjadi Rp 350 milyar per tahun.
• Mengkoordinir 250 agen distributor di wilayah Jabotabek.
• Implementasi kursus dan pelatihan mengenai teknik dan strategi menjual yang efektif bagi karyawan baru, yang terbukti dapat meningkatkan penjualan secara lebih cepat.

1997–1999 PT. AUTO 5000 Tangerang, Banten

Senior Sales Representative
• Meningkatkan penjualan produk mobil per individu agen sebesar 20% dalam waktu 2 tahun.
• Mengkoordinir agen-agen penjualan di wilayah Tangerang dan Serpong.
• Mengembangkan tim agen penjualan dari 10 orang menjadi 45 orang dalam waktu 2 tahun.

PENDIDIKAN
________________________________________
1992–1997 STIE YKPN Yogyakarta
Sarjana Ekonomi, jurusan Management Pemasaran, lulus tahun 1997 dengan IPK 3.32.

KURSUS DAN PELATIHAN
________________________________________
2002 EXECUTIVE TRAINING CENTER Jakarta
Effective Seling Strategy

1997 GAJAH MADA KOMPUTER Yogyakarta
Aplikasi Komputer Untuk Bisnis

HOBY
________________________________________
Travelling, olah raga, membaca, internet.

10.17.2008

Contoh Surat Lamaran Kerja


Contoh Surat Lamaran Kerja : Manajemen

Jl.Panjang 15
Kebayoran Lama
Jakarta Selatan 12540

20 Maret, 2005

Yth;
Bpk. Priyayi Gondokusumo
Director Personalia
PT. Gunung Mas Industri
Jl. Gunung Sahari 45 A
Jakarta 16554

Dengan hormat,

Saya adalah lulusan Universitas Tri Sakti Jakarta jurusan Manajemen, dan akan diwisuda untuk menerima gelar Sarjana Ekonomi pada bulan April 2007 mendatang. Saya tertarik untuk bekerja sebagai staf yunior pada perusahaan Bapak. Seorang teman baik orangtua saya, yaitu Bapak Suryo Hadipranoto, memberikan informasi berharga bahwa PT. Gunung Mas Industri adalah perusahaan yang solid dan terdepan dalam industri pengelolaan perkebunan dan pengolahan hasil hutan di Indonesia.

Pendidikan yang telah saya tempuh selama perkuliahan mencakup bidang ekonomi yang cukup luas, dengan konsentrasi di bidang statistik, manajemen sumber daya manusia, produksi dan pemasaran.

Saya telah melampirkan curriculum vitae yang menunjukkan riwayat pendidikan dan pengalaman saya, yang saat ini telah berhasil menjalankan manajemen tingkat mikro, dengan membuka sebuah toko kerajinan di pasar seni Ancol. Dari informasi tersebut, Bapak dapat melihat bahwa saya adalah seorang yang aktif, mempunyai motivasi, dan siap untuk mengembangkan potensi dan memberikan kontribusi yang bernilai di perusahaan Bapak.

Saya berharap, Bapak sudi memberikan kesempatan wawancara. Saya bisa dihubungi di nomor telepon 021-5816679.


Hormat saya,



Jolang Wisnupranolo



Contoh Surat Lamaran Kerja : Programmer

Kapada Yth,
Bapak Kepala Bagian Personalia
PT. Batavia Komputindo
Jl. Mekar Sari 12
Jakarta Barat

Dengan hormat,

Saya sangat tertarik dengan iklan Bapak dalam terbitan harian Media Indonesia terbitan hari Sabtu, 6 Januari 2007 mengenai adanya lowongan untuk jabatan Computer Programmer. Maka, bersama surat ini saya mengajukan diri untuk mengisi lowongan tersebut.


Saya berusia 23 tahun, dan telah menyelesaikan kuliah jurusan Computer Programming di Akademi Komputer (AKAKOM), Jakarta pada bulan September 2006, dengan IPK 3.21. Selain kuliah, selama 1 tahun terakhir saya bekerja sebagai asisten instruktur di Pusat Kursus Komputer ‘Arcadia’, Jakarta.

Untuk keterangan lebih terperinci, bersama ini saya lampirkan juga surat keterangan pengalaman kerja, surat tanda kelulusan sementara dari AKAKOM Jakarta, daftar riwayat hidup singkat, dan foto terbaru saya.

Saya berkeyakinan bahwa surat ini beserta lampirannya belum cukup untuk dijadikan bahan pertimbangan. Oleh karena itu, saya berharap Bapak akan memberikan suatu kesempatan wawancara kepada saya, sehingga dapat diperoleh keterangan mengenai diri saya secara lebih terperinci dan lengkap.

Hormat saya,


Johnny Sunardi

10.16.2008

Tips Menulis Surat Lamaran Kerja


Banyak perusahaan yang memandang surat lamaran atau cover letter sebagai bagian terpenting dari seluruh dokumen lamaran Anda. Karena itu penting sekali bagi Anda untuk menuliskan surat lamaran yang baik. Berbagai tips di bawah akan membantu Anda.

1. Kesan Individual

Jika Anda berencana mengirimkan lamaran ke berbagai perusahaan pastikan Anda menuliskan nama perusahaan yang benar pada surat lamaran Anda.


Selain itu perlu juga Anda membuat surat lamaran yang ditujukan pada seseorang. Gunakan nama dan jabatan yang spesifik jika mungkin. Secara khusus, untuk surat yang ditujukan pada seorang perempuan, jika Anda tidak mengetahui status pernikahannya, gunakan awalan Ms. Contoh: Ms. Suryanegara.

Ingat: Di Internet dan di MS Word tersedia banyak template atau contoh surat lamaran. Jangan hanya mengkopi contoh-contoh tersebut. Ubahlah sesuai dengan keperluan Anda.

2. Singkat dan Padat

Jangan bertele-tele. Tuliskan surat Anda dengan singkat dan padat. Gunakan bahasa yang mudah. Gunakan kata-kata yang biasa digunakan. Tidak perlu berusaha untuk mengesankan pembaca Anda dengan menggunakan kata-kata yang sulit.

Ingat: Jangan menulis surat lamaran Anda lebih dari satu halaman. Perusahaan mungkin menerima belasan bahkan ratusan surat lamaran. Surat lamaran yang terlalu panjang tidak efektif.

3. Rapi dan Bersih

Sedapat-dapatnya gunakan program komputer untuk menuliskan surat lamaran Anda. Dengan begitu Anda dapat menuliskan surat lamaran yang rapi dan bersih sehingga mudah dibaca.

Ingat: Hindari menulis surat lamaran dengan tulisan tangan. Hindari menggunakan tip-ex atau sejenisnya dalam surat lamaran Anda.

4. Isi

Dalam surat lamaran Anda, ada beberapa hal yang perlu dituliskan:

* Pembukaan: Sebutkan dimana Anda mendapatkan informasi tentang lowongan kerja tersebut.Contohnya, Anda bisa menyebutkan bahwa Anda mengetahui lowongan kerja tersebut dari iklan di surat kabar, iklan di Internet, atau dari seorang teman Anda.

* Pekerjaan Anda sekarang: Ceritakan secara singkat posisi dan bidang pekerjaan Anda saat ini. Anda juga perlu menceritakan secara singkat pencapaian utama Anda dalam pekerjaan tersebut. Agar memberikan gambaran yang lebih baik, berikan informasi secara kuantitatif. Misalnya, "Saya membawahi lima orang junior manager". Yang perlu Anda perhatikan di sini, tuliskan hanya hal-hal yang relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Baca dengan baik persyaratan yang dibutuhkan dalam iklan lowongan pekerjaan tersebut. Jika pekerjaan yang Anda lamar adalah di bidang marketing research, Anda mungkin tidak perlu menceritakan pencapaian Anda di bidang logistik.

* Pendidikan: Jika latar belakang pendidikan perlu diinformasikan, tuliskan secara singkat pendidikan tertinggi Anda. Jika Anda pernah mendapatkan pendidikan di sekolah yang cukup dikenal, ada baiknya Anda menuliskannya di surat lamaran.

* Penutup: Dalam penutup ingatkan pembacanya bahwa Anda mempunyai keinginan kuat untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Ada baiknya Anda menyatakan kapan saat terbaik Anda bisa dihubungi untuk proses selanjutnya. Dan jangan lupa ucapkan "Terima kasih".

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda,

LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE